My Enemy My Boyfriend

My Enemy My Boyfriend

  • WpView
    Reads 8,291
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2018
Jangan langsung menghakimi atau menilai seseorang saat pertemuan atau perjumpaan pertama. Mengenal orang baru butuh proses. Siapa tahu orang yang tidak menyenangkan bagimu itu justeru, jodoh mu. © Februari 2018 NARIFAH19
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unexpected [ON GOING][HIATUS]
  • With Me Together [end]
  • Melupakan Sebuah Kenang [ END ]
  • My Teacher My Husband
  • He Is My Ustadz (Selesai)
  • Angel's babby ✅✅✅✅
  • Cinta Dalam Hidup
  • GUS AZIZAN
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • SAKRAL (Ikatan Yang Suci)

UPDATE TIAP HARI! Jadi, jika kamu dijodohkan dengan seseorang yang sebelumnya belum kamu kenal, belum pernah ketemu, belum pernah bertegur sapa. Apakah kamu tetap ingin menerima perjodohan ini meskipun kalian yang di 'jodohkan' tidak saling mencintai satu sama lain? Dan kamu merasa, kalian yang 'dijodohkan' lambat laun bisa menunggu hadirnya cinta yang terbiasa itu? Perjodohan hanya pemuasan egoisme segelintir orang? Yes or No? Silahkan berargumentasi. Tetapi, ingat. Setiap individu itu unik, makanya suka mencari pendamping dengan kriteria tertentu. Kalau kebetulan yang dijodohkan pas dengan kriterianya, kemungkinan akan bahagia lebih besar, tetapi kalau bertolak belakang juga belum tentu tidak akan bahagia. Inriasssss, 8 Mei 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines