Kucin(g)ta Kamu

Kucin(g)ta Kamu

  • WpView
    Membaca 268
  • WpVote
    Vote 39
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 29, 2020
Ini bukan cerita tentang seekor kucing. Ini cerita tentang Cecilia Putri dan Nayandra El Putra. Cecilia gadis yg biasa dipanggil Sie, seorang pecinta kucing. Bertetangga dengan El seorang pria pecinta anjing. Perbedaan diantara mereka membuat Sie dan El saling bermusuhan. Apalagi saat anjing El mencoba mengganggu kucing peliharaan Sie. Hampir setiap hari El menggagu Sie, melalui tembok di belakang rumahnya. Menggunakan tangga, El dapat melihat aktivitas Sie dari dari balik tembok yg langsung mengarah ke halaman belakang rumah Sie. Menguras emosi Sie setiap hari, karna ulah jahil El. Seperti hewan peliharaan mereka, El dan Sie tak pernah akur seperti anjing dan kucing. Kehadiran El selalu membuat hari hari Sie seperti di nereka. Tapi bagaimana jika benih benih cinta tumbuh diantara mereka? Dan benarkah setelah ini, Kucing dan Anjing bisa akur lalu bersatu? Atau tetap pada kodrat awalnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#50
el
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sayang
  • So Long, High School
  • Unrequited Love
  • F A K E ? [End]
  • ALAN ✔
  • Our Years
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • cinta yang terluka
  • Fate Of Love ✔️
  • UNTUK ELVARA
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan