We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 12, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku suka kamu, sudah lama sekali. Kamu mau jadi pacar aku?" Pertanyaan itu bagaikan petir, pernyataan ini yang aku tunggu-tunggu dari dia.Tapi aku tak tahu harus menjawab apa, aku hanya diam. "Please, jawab sekarang." Pintanya. Aku menarik nafas dan menjawab. "Iya, Fadil aku mau jadi pacarmu." Jawabku sambil tersenyum gembira. Sebenarnya memang aku diam-diam menyukainya juga. "Terima kasih, sudah menerima cintaku." Dia langsung memelukku. Aku tersenyum senang Semua berjalan dengan lancar, merajut cinta bersama. Tapi semua berubah ketika hubungan kami berjalan sudah 8 bulan. "Maaf, aku harus pergi." Aku bingung mendengar ucapan itu dan aku langsung bertanya. "Pergi kemana?" Fadil menarik nafas panjang. "Aku harus pindah ke luar negeri mengikuti Papa dan Mama ku." Hanya itu yang dikatakannya lalu pergi meninggalkan ku sendiri di sebuah Cafe. Tanpa penjelasan apapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pardon me, Handsome!
  • CINTA BEDA KARAKTER
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Tingkat Tiga
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • DIA ADALAH NAJA
  • 7 HARI || Jung Jaehyun
  • My Wedding Story
  • Naughty Nanny
  • BarraKilla

Oke, dari mana kita mulai kisah gue yang satu ini? Hmm.. mungkin dari.. Pada suatu hari. Ah, tunggu! Basi banget awalnya dan gue lagi nggak bikin kisah ribuan tahun lalu. So, mari kita cari kalimat lain yang lebih kekinian, 'kay? Atau gini aja deh. Elo pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta? OH, jangan gue tanya begitu ya. Semua orang pernah merasakannya. Am I right? Dan di sinilah gue yang sedang jatuh kepada cinta, kalau menatap seorang cowok dengan perasaan berdesir bisa dibilang jatuh cinta sih. Gue emang tolol dengan menyebut diri gue sendiri sebagai pacar seorang cowok yang kerennya ngelebihin Al Ghazali, dalam khayalan gue maksudnya. Gue bisa bilang kalau cerita gue kali ini banyak galau, seneng, sedih, marah, dan perasaan apapun lah. So, selamat membaca cerita gue!

More details
WpActionLinkContent Guidelines