Luck
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Perempuan? Tidak aku tidak tertarik dengan makhluk tuhan jenis satu itu. Bukannya aku tidak normal atau apa, hanya saja aku belum bisa melupakan seseorang dari masa lalu ku. Tapi yaa aku berusaha menutupi semuanya dengan sikapku yang selalu happy aja. Karna aku gak mau terlihat lemah dimata orang lain." -Rizqy Fernando "Laki-laki? Hahaha mereka semua sama saja. Makhluk ciptaan tuhan ini hanya bisa menyakiti perempuan. Berkali-kali mereka menyakitiku, walau berbeda orang tapi tetap saja! Mereka semua itu laki-laki. Kurasa, jika ada yang berusaha mendekatiku maaf deh kayaknya ngga dulu." -Freya Anindita
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Adalah Lukamu
  • LOVE DISTENY
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Couple (?)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT)
  • My First Love [END]
  • ANTARIKSA [END]
  • RAISEN

Jika mencintai mu adalah luka Maka luka itu Akan menjadi candu ku:) " _-arsyila quen Graziella-_ "Lepas tanggan aku, " Pinta gadis itu "Lo habis dari mana" Tanya leleki itu Yang melihat gadis tersebut dengan tatapan yang tak bersahabat "Apa peduli kamu, " Ucap gadis itu sambil tersenyum sinis lalu berjalan melewati pria tersebut "Gue suami lo, " Ucap pria tersebut dengan nada tinggi lalu mencekram tangan gadis tersebut "Sakit Al " Ucap gadis itu sambil meringis kesakitan "Jawab dulu Pertayaan gue lo habis dari mana semalaman gak pulang, " Ucap pria itu sambil menguatkan cekramannya ✤✤✤✤ Pengen teriak yang kencang bangett.... Cuma mau bilang; "Aku capek!! Aku juga pengen kamu ngertiin" "Jangan tuntut aku terus!! " "..... Aku bukan robot yang gak punya perasaan" "Tolong mengerti sekali saja" Ucap wanita itu sambil berteriak mengambil kursi lalu memecahkan jendalanya. "tanpa kamu sadari lelaki egois, dan keras kepala ini, selalu memikirkan bagaimana cara membahagiakanmu, dan bagaimana caranya agar kamu bangga memilikinya namun nyatanya itu hanya luka bagimu" _-altezza satria ardhana-_

More details
WpActionLinkContent Guidelines