Story cover for DEATH HOUSE by Valinia
DEATH HOUSE
  • WpView
    Reads 2,506
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 2,506
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Feb 13, 2016
Kiera, perempuan penakut berusia 14 tahun ini memasuki sebuah rumah tua berjarak 2 blok dari rumahnya untuk mencari ibunya yang tak kunjung pulang

Namun, rumah ini 'sedikit' berbeda dari rumah pada umumnya

Demi menyelamatkan ibunya yang terkurung di rumah tersebut, ia harus memainkan 7 'permainan' yang menjadi ketakutan terbesarnya saat ini dan bahkan Tidak Boleh ia mainkan

Kiera bisa saja  menanggapinya dengan mudah, ini hanya PERMAINAN.
....
Tapi ingat, segala sesuatu ada resikonya

~GAME START~
All Rights Reserved
Sign up to add DEATH HOUSE to your library and receive updates
or
#14games
Content Guidelines
You may also like
Bayangan yang tidak pernah pergi by handika9999999
29 parts Complete
Dika, seorang pemuda yang tinggal di sebuah rumah tua peninggalan kakeknya, mulai merasakan keanehan setelah ibunya sakit parah. Suatu malam, suara-suara aneh mulai mengisi rumah, dari langkah kaki tak terlihat hingga bisikan yang memanggil namanya. Ketika ibunya meninggal, Dika memilih untuk tetap tinggal dan menjaga rumah penuh kenangan tersebut. Namun, ia tidak tahu bahwa keberadaan makhluk jahat yang menghantui rumah tersebut semakin menguat. Setiap malam, Dika dihadapkan dengan kengerian yang semakin nyata - dari suara-suara menakutkan, bayangan gelap yang mengikutinya, hingga pertemuan dengan sosok tanpa wajah. Tak lama setelahnya, Dika menemukan rahasia gelap tentang masa lalu keluarganya yang terhubung dengan ritual-ritual misterius dan kekuatan gelap yang tidak akan pernah pergi begitu saja. Makhluk yang menguasai rumah ini tidak hanya menakuti Dika, tetapi juga menyerangnya secara fisik. Dalam usaha untuk bertahan, Dika mencari bantuan dari seorang ulama tua yang memberi peringatan tentang kekuatan jahat yang harus dilawan dengan keberanian besar. Namun, setiap langkah untuk mengusir teror ini justru membuat kegelapan semakin mendalam. Dika harus menghadapi kenyataan bahwa teror yang ia alami bukan hanya berasal dari makhluk gaib, tetapi juga dari kenangan dan penyesalan yang tidak pernah bisa ia lepaskan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kenangan, kini menjadi penjara bagi jiwanya. Bisikan dari masa lalu tidak akan pernah membiarkannya pergi.
You may also like
Slide 1 of 8
Bayangan yang tidak pernah pergi cover
Replay of Our Teenage Year cover
Sleeping With A Ghost cover
Mockingbird cover
Fear  cover
[HIATUS] Between Obsession And Love cover
WELCOME TO MY SCARY HOME(TAMAT✔) cover
PERMAINAN KE17 (End)  cover

Bayangan yang tidak pernah pergi

29 parts Complete

Dika, seorang pemuda yang tinggal di sebuah rumah tua peninggalan kakeknya, mulai merasakan keanehan setelah ibunya sakit parah. Suatu malam, suara-suara aneh mulai mengisi rumah, dari langkah kaki tak terlihat hingga bisikan yang memanggil namanya. Ketika ibunya meninggal, Dika memilih untuk tetap tinggal dan menjaga rumah penuh kenangan tersebut. Namun, ia tidak tahu bahwa keberadaan makhluk jahat yang menghantui rumah tersebut semakin menguat. Setiap malam, Dika dihadapkan dengan kengerian yang semakin nyata - dari suara-suara menakutkan, bayangan gelap yang mengikutinya, hingga pertemuan dengan sosok tanpa wajah. Tak lama setelahnya, Dika menemukan rahasia gelap tentang masa lalu keluarganya yang terhubung dengan ritual-ritual misterius dan kekuatan gelap yang tidak akan pernah pergi begitu saja. Makhluk yang menguasai rumah ini tidak hanya menakuti Dika, tetapi juga menyerangnya secara fisik. Dalam usaha untuk bertahan, Dika mencari bantuan dari seorang ulama tua yang memberi peringatan tentang kekuatan jahat yang harus dilawan dengan keberanian besar. Namun, setiap langkah untuk mengusir teror ini justru membuat kegelapan semakin mendalam. Dika harus menghadapi kenyataan bahwa teror yang ia alami bukan hanya berasal dari makhluk gaib, tetapi juga dari kenangan dan penyesalan yang tidak pernah bisa ia lepaskan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kenangan, kini menjadi penjara bagi jiwanya. Bisikan dari masa lalu tidak akan pernah membiarkannya pergi.