-AFTER RAIN-

-AFTER RAIN-

  • WpView
    Reads 41,326
  • WpVote
    Votes 1,796
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 14, 2018
{(COMPLETED}) Pasti di antara kalian ada yang suka hujan. Yah pasti banyak. Hujan itu indah. Ketika menikmati secangkir teh di depan teras rumah sambil memandangi hujan yang turun ke tanah lalu setelah jatuh entah hilang ke mana. Mendengarkan rintik rintik dan suara air yang mengalir melalui pipa pipa saluran air di setiap rumah rumah. Mencium bau tanah yang khas setelah tertimpa hujan. Berada di tengah derasnya hujan, menari nari sesuka hati, meluapkan semua ungkapan yang ada. Hujan itu memang menyenangkan. Tapi tidak bagi Lian. Tidak semenjak 3 tahun yang lalu. Semenjak kejadian itu terjadi dengan cepat dan tanpa di duga. Semenjak Bara pergi dari kehidupannya dalam sekejap mata. semenjak Bara pergi 3 tahun yang lalu entah kemana, di saat yang sama pula Lian benci dengan hujan. Lian yang sejak dulu penampilannya feminim, tiba-tiba menjadi tomboy semenjak Bara meninggalkanya 3 tahun lalu. Semenjak itu semua penampilan yang ada di diri Lian berubah drastis termasuk sifatnya sendiri.
All Rights Reserved
#209
secretlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]
  • The Rain
  • DIA (Completed)
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Love
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rianbow [SHS 1]
  • Pluviophile: Sang Pencinta Hujan | ✔
  • Rainfall✔[Completed]

[SEQUEL BOY UNDER THE RAIN] "Love you no matter what." Rein, gadis penulis novel yang masih saja menaruh hatinya kepada Radin mungkin percaya pada kalimat itu. Masih ada cinta dan ketulusan di dunia ini. Hanya saja begitu berbeda dengan Radin, seakan sebaliknya, kesakitan di masa lalu berhasil membuat laki-laki itu menutup diri jauh lebih dalam lagi. Tak ada lagi Radin yang ceria, tak ada Radin yang tersenyum tulus dengan mata berbincar. Hidup dalam kepura-puraan dan mengingkari perasaan adalah hidup bagi Radin yang sesungguhnya. Hingga semua yang dulunya menghilang kini perlahan datang, seakan meminta untuk diingat dan menghancurkan dirinya perlahan-lahan. "Gue enggak bodoh, gue enggak mau dihancurkan kedua kalinya oleh masalah yang sama." -Radin Anggana-

More details
WpActionLinkContent Guidelines