Jomblo di eskul Pramuka

Jomblo di eskul Pramuka

  • WpView
    Reads 8,029
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 1, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Mulai hari ini kamu ibu masukkan ke dalam eskul pramuka, bahagialah!" Entah kenapa di akhir kalimat, pengucapan ibu Fatimah begitu menekan ke dalam jantungku. "Tung--Tunggu dulu bu. Saya belum pernah menyetujuinya" "Apakah itu harus?" Nada dingin dan sentuhan tangan beliau langsung menjalar ke urat nadiku "I--itu tergantung dengan situasi dan persepsi dari--" "Mana jawabanmu?" "Baik bu" Sial... Kenapa mulutku tak memikirkan nasibku yang akan datang. "Yaah, ibu tau kamu malu kok" (Bu! Hentikan omong kosong anda) Begitulah kalau aku punya nyali untuk mengucapkannya. "Nandi, mulai hari ini, dia bergabung dengan eskul pramuka" Ibu Fatimah mendekati seorang wanita yang dari tadi memperhatikan kami. Kalau aku bilang, lebih seperti seorang anak kecil sedang memperhatikan anak kecil lainnya yang sedang dipaksa oleh orang yang lebih tua. Entah apa yang mereka bisikkan di sana, tapi aku yakin, pasti itu bersangkutan dengan privasi yang kujaga lebih dari apapun. "Dimas, Nandi juga setuju dengan ini. Jadi kau sepulang sekolah bisa langsung ke ruang pramuka nanti" Lalu beliau tersenyum. Entah kenapa senyuman tersebut mempunyai maksud yang berbeda dari apa yang dia katakan sebelumnya "Jangan kabur ya..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Something Wonderful
  • Disguise... [END]
  • Kami yang Berdosa
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • LOVE STORY QIANARRA

Budayakan follow sebelum baca 😁 Sequel Assalamu'alaikum Paris Bagaimana jika dengan sebuah novel bisa mengubah takdir seseorang? Shoikhu sepertinya menaruh dendam dengan tantangan bundanya tentang membawa seorang gadis atau calon istri dalam kurun waktu 30 hari. Hingga ia menerapkan hal itu pada putra sulungnya. "Abang , Papa punya tantangan selama kamu kuliah di sana.Papa tantang Abang! Kalau Abang bisa menuhin tantangan Papa. Apapun keinginan Abang Papa penuhin. " Ucap Shoikhu. El mengernyit. "Jangan nyesel ya. Laki gak boleh tarik kata-katanya. " Jawab El. Shoikhu mengangguk. "Bawa calon istri Abang dalam waktu 30 hari. " Ucapnya Shoikhu membuat El terbelalak kaget. "HA? CALON ISTRI? " ~~~ "Lo jadi calon istri gue! Mulai detik ini kita pacaran! " Ucap El pada seorang gadis. Gadis berkerudung itu langsung memukulnya menggunakan buku tebal yang dibaca sang gadis. "Orang gila tu di rumah sakit bukan kampus! " Sarkasnya. El memegang pipinya yang ditampar kasar. Gadis itu langsung pergi dari perpustakaan Universitas Pradipta. "Gue lamar bulan depan! " Pekik El pada gadis itu. "BODOAMAT! " A/N : CERITA INI BELUM DI REVISI.

More details
WpActionLinkContent Guidelines