When I See You (HIATUS)

When I See You (HIATUS)

  • WpView
    Membaca 2,046
  • WpVote
    Vote 168
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 12, 2016
Hany My prince itu sebutan ku untuk nya. Aku menyukai pria itu selama kurang lebih 6 tahun. Di manapun dia berada dia akan selalu menjadi magnet dan semua mata tertuju padanya karena dia sangat friendly dan ramah kepada semua orang jadi tidak heran jika kaum hawa banyak yang menyukainya termasuk aku. Bagaikan langit dan bumi aku hanya mampu menjadi secreat admirernya. Selama 6 tahun dia masih menjadi penghuni hatiku sampai seseorang datang dan berhasil menggesernya hanya dengan waktu 6 detik saja. Hendrik Hari itu aku melihatnya sedang berjalan dengan tatapan kosongnya. Dia jauh diluar dari type wanita idaman ku Walaupun begitu gadis itu sukses memfokuskan perhatian ku padanya. Tidak seperti gadis2 yang lainnya demi mencari perhatianku mereka rela melakukan apa saja, dan itu sangat menggangguku. Gadis berhijab yang memiliki kulit dan tinggi badan khas orang indonesia itu, kau membuatku penasaran sayang. Sayang? Ya karna kau milikku sekarang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • One Week Love 1 (completed)
  • 3 IN ONE
  • BAD
  • Together
  • MyHome | PARKZAY (XODIAC) END√
  • Know Me Better
  • MAFIA AND BABY LIONS [END]

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan