VidCallove

VidCallove

  • WpView
    Reads 5,962
  • WpVote
    Votes 528
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 26, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Dengan tangan gemetar, ia berusaha mematikan video call yang tak sengaja ia tekan kepada account Evan "Jangan jawab plis, jangan." "Halo?" Sialan. Copyright © 2016 short story by Salsabilaayus. [Cerita ini hanya dipublish di wattpad. DILARANG KERAS PLAGIAT!] Cover by kontradiksi
All Rights Reserved
#432
completed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Kenangan di Masa MPLS
  • ALLENA {#LEONAGARA4}(END)
  • Mas Jevin || JICHEN
  • Because I'm Not Virgin | Sudah Diterbitkan
  • Taekook short story season 2 #maturecontent🔞
  • KEYNANDO™ ✔
  • LOVE BETWEEN WARSZ
  • Hell Boy
  • THE TASTE OF SEDUCTION
  • Trapped By A Pervert

Jangan lupaa follow and votee yaa guyss💫 Semuanya bermula dari masa MPLS. Clarissa dan Zayn dipertemukan lewat ajakan sederhana "Collab jj berdua," Nggak ada yang aneh waktu itu-hanya dua orang yang saling bantu. Tapi dari kebiasaan kecil itu, tumbuh perasaan yang nggak direncanakan. Mereka mulai saling cari, saling tunggu, sampai akhirnya... saling jatuh hati. Zayn bukan tipe yang romantis, tapi ucapannya waktu itu cukup bikin Clarissa terdiam. "Kita HTS, ya?" Tanpa status, tanpa janji, tapi dengan rasa yang tumbuh setiap hari. Mereka tahu, ini hubungan yang rapuh. Dan benar saja-semuanya runtuh saat razia sekolah menuntut mereka 'putus' saat itu juga. Malamnya, Clarissa hanya bisa menatap layar ponselnya kosong, membaca pesan terakhir dari Zayn: "Kita cukup sampai sini aja, ya." Sejak malam itu, Clarissa mengerti. Nggak semua perasaan bisa dipertahankan, dan nggak semua kedekatan harus diartikan lebih. Mungkin... memang seharusnya mereka hanya teman. Nggak usah bawa perasaan ke dalam pertemanan yang harusnya ringan. Tapi kenapa ya, hal yang katanya ringan itu... justru ninggalin luka paling berat? Mereka mulai asing, seperti dua orang yang tak pernah saling mengenal. Tapi jauh di dalam hati, baik Clarissa maupun Zayn tahu... mereka masih saling mengingat. Masih hafal jam tidur satu sama lain, tahu kapan biasanya lapar, tahu siapa yang dulu suka pakai jaket merah. Dan satu-satunya cara mereka tahu kabar masing-masing sekarang... cuma dari streak api yang tetap nyala setiap hari. Bukan karena mau ngobrol, tapi karena diam-diam mereka belum siap benar-benar kehilangan. Karena pada akhirnya, perasaan yang tidak pernah tersampaikan akan selalu tinggal dalam diam. Dan dalam diam itu, mereka menyimpan segalanya-rasa yang belum selesai, dan kenangan yang tak bisa diulang. Seolah berkata, "130," seperti kode kecil yang hanya mereka berdua yang tahu: aku masih sayang, tapi aku gak bisa bilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines