5 parts Ongoing ⛔️🔥🔥🔥
"Kau gemetar, Arian," suara Vane rendah, serak karena adrenalin yang masih memuncak.
"Aku baru saja melihatmu berubah menjadi... itu," Arian menunjuk ke arah luar, suaranya parau. "Kau bukan hanya monster di ruang rapat, Vane. Kau benar-benar pemangsa."
"Duniaku tidak mengenal belas kasihan. Moretti mencoba mengambil apa yang menjadi milikku. Mereka mencoba mengambilmu."
Vane mencengkeram kerah kaus Arian, menarik pria itu hingga dada mereka bersentuhan. Arian bisa merasakan panas yang luar biasa memancar dari kulit Vane, efek samping dari transformasi serigala.
"Lihat aku, Arian," perintah Vane. Tangannya yang kasar karena bekas pertempuran menangkup rahang Arian, memaksa mata mereka bertemu. "Kau takut padaku? Atau kau takut pada apa yang kau rasakan saat melihatku menghabisi mereka?"
Jantungnya berdentum bukan karena takut, tapi karena gairah primitif yang menuntut penyaluran.
Tanpa peringatan, Arian merenggut pinggang Vane, menariknya lebih rapat.
"Aku benci betapa aku menginginkanmu saat ini," geram Arian sebelum membungkam bibir Vane dengan ciuman yang begitu rakus.
Vane mengerang pelan, tangannya berpindah ke rambut Arian, menariknya dengan kekuatan yang membuat Arian mendongak. Lalu Vane mendorong Arian ke dinding.
"Katakan," bisik Vane di sela-sela ciuman mereka, taringnya yang sedikit memanjang menggores bibir bawah Arian hingga berdarah. "Katakan bahwa kau milikku. Bukan karena hutang, tapi karena kau menginginkannya."
Arian menatap mata hijau itu, melihat pantulan dirinya yang kini terlihat sama liarnya. "Aku milikmu, Vane. Malam ini... aku milikmu sepenuhnya."