Prahara Cinta

Prahara Cinta

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 1, 2017
Bibir Nayasha tak mampu menyembunyikan getarnya,air mata yang mengaliri memacu nafasnya yang sesak. Ingin menahan air mata namun tak bisa. Sinar mentari yang ingin menghilang, juga tak menyadarkan Nayasha agar beranjak pergi meninggalkan pemakaman itu. Tubuhnya membeku saat di tatapnya liontin putih itu yang bertuliskan "Nayasha". Suara lelaki itu menyadarkannya," Ini yang lo cari kan nay?" Suara itu?dia yang telah pergi dan kini dia datang, dia lah orang yang tidak pernah membiarkan ku berada dalam keterpurukan, dia....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • APRIL
  • Air Mata Nayla (TAMAT)
  • BAHIRA EIMAN
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Cinta yang Sesungguhnya END ( ORINE JKT48 )
  • Dunia Pararel
  • COLD WIDOWER VS EMOTIONAL MAN
APRIL

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"

More details
WpActionLinkContent Guidelines