Yura
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 30, 2016
Dia seperti pangeran berkuda putih dalam cerita dongen. Rupanya yang menawan mampu menyihirku. Tatapan matanya yang tajam menyeretku ke dalam lubang yang tak mendasar. Dia yang selalu mengacuhkanku. Dia yang tidak pernah menganggapku ada. Dia yang selalu menyakitiku dengan sikapnya. Aku sadar, jika aku mencintainya. Mencintainya dalam diamku. Perasaan aneh ini mulai tumbuh saat aku mengenalnya. Aka tau, tidak seharusnya aku terjebak dalam perasaan ini. Perasaan yang membunuhku, menghancurkanku secara perlahan. Kenapa? Kenapa setiap aku mencoba untuk menutup hatiku padanya, perasaan ini semakin hari semakin besar padanya. Aku mencintainya, tapi aku sadar bukan aku yang dia inginkan dalam hidupnya. -------------------------------------- -------------------------------------- Salam miho_MRose87
All Rights Reserved
#852
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • TAK BERSAMBUT
  • SECOND LEAD
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Regrets of Love
  • Juan [REVISI]
  • DENNIES
  • Semu [Completed]
  • My Perfect Senior [Completed]

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines