Entah Pagi Yang Indah Atau...

Entah Pagi Yang Indah Atau...

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoConcluida vie, may 13, 2016
Pagi ini,Rabu 17 Feb. Kembali aku dibangunkan oleh suara gemuruh petir. Sepertinya akan turun hujan kembali pagi ini. Aku pun mengambil hp dari meja belajarku,dan melihat chat dari dia. Dia yang kusayang tetapi tak pernah membalasnya,aku pun membukanya. Dan... ah rasanya sama seperti langit. Ingin sekali diriku marah seperti petir lalu meneteskan air mata seperti hujan. Kata-kata yang ia lontarkan sungguh menyayat hati,tapi disisi lain ada bahagia yang terselip. Karena selama ini setelah aku berbicara mengutarakan isi hati,dia hanya bisa diam. Setelah sekian lama,ternyata dia bisa untuk mengutarakan isi hatinya... yang tidak ada aku sama sekali. Entahlah, aku tak tau mengapa semuanya begini. Semuanya terjadi begitu cepat,bahkan dengan sadarku aku tidak dapat menghentikannya. Aku terlanjur jatuh cinta kepadanya,jatuh setiap hari. Dan itu sakit. Aku tak tau bagaimana lagi cara untuk membuatnya jatuh cinta kepadaku. Yang pasti aku hanya melakukan sesuatu yang membuatnya senang.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Tulip
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • TEOLOGI CINTA
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • You're Here, But Not For Me

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido