Entah Pagi Yang Indah Atau...

Entah Pagi Yang Indah Atau...

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 13, 2016
Pagi ini,Rabu 17 Feb. Kembali aku dibangunkan oleh suara gemuruh petir. Sepertinya akan turun hujan kembali pagi ini. Aku pun mengambil hp dari meja belajarku,dan melihat chat dari dia. Dia yang kusayang tetapi tak pernah membalasnya,aku pun membukanya. Dan... ah rasanya sama seperti langit. Ingin sekali diriku marah seperti petir lalu meneteskan air mata seperti hujan. Kata-kata yang ia lontarkan sungguh menyayat hati,tapi disisi lain ada bahagia yang terselip. Karena selama ini setelah aku berbicara mengutarakan isi hati,dia hanya bisa diam. Setelah sekian lama,ternyata dia bisa untuk mengutarakan isi hatinya... yang tidak ada aku sama sekali. Entahlah, aku tak tau mengapa semuanya begini. Semuanya terjadi begitu cepat,bahkan dengan sadarku aku tidak dapat menghentikannya. Aku terlanjur jatuh cinta kepadanya,jatuh setiap hari. Dan itu sakit. Aku tak tau bagaimana lagi cara untuk membuatnya jatuh cinta kepadaku. Yang pasti aku hanya melakukan sesuatu yang membuatnya senang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • The Fate Of My Life (END)
  • TEOLOGI CINTA

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines