Be My Brofriend

Be My Brofriend

  • WpView
    Membaca 14,168
  • WpVote
    Vote 1,100
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 5, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Berhenti ikut campur urusan gue!" Rahang Devin mengeras, kesabarannya telah habis. Marsha menatap Devin takut-takut. Ia tidak boleh terlihat lemah. "Tapi kak-" ucapan Marsha terpotong "GUE BUKAN KAKAK LO!! " *** Aku sadar kesalahanku membuat hidupmu berantakan. Tapi aku punya hati dan perasaan, bisakah kau memahaminya sedikit saja? Setidaknya meskipun aku tak bisa mendapat maaf darimu, jangan berikan kesakitan lebih dalam karena perkataanmu yang menyayat hatiku -Marsha Kirania Valendra-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
devinisi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Ciko and Devany
  • The Silence That Shaped Me
  • Yakin Cuma Sahabat (FreSha)
  • Naura & Lukanya
  • Asa Di Putih Biru (END)
  • My Boyfriend Is A Fanboy
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Fated by the curse (FreSha)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan