Perih
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 17, 2016
Sakit yang kurasakan ketika melihat pemandangan itu mataku panas dan hatiku terasa diremas, itu lah yang aku rasakan ketika melihat pemandangan itu. Ingin rasanya aku membantu tapi apalah daya aku bukan siapa-siapa hanya orang biasa yang tak punya apapun. melihat tubuh yang renta mencari rizki untuk makanya sehari-hari. Hingga aku bertanya-tanya mana kah keluarganya apakah ia tak memiliki anak, cucu, atau saudara. Membuat ku berpikir jangan sampai orang tuaku merasakannya jangan sampai aku nantinya menelantarkan orang tuaku, karena merekalah aku ada didunia ini. Merekalah yang merawat dan membesarkanku, menyekolahkanku agar aku menjadi anak yang pintar dan bisa menjalani kehidupan ku kedepanya. Tega kah aku melihat orang yang membesarkan dan merawatku hidupnya tak bahagia, tak ada yang merawat dan menjaganya di hari tua nya. Itu kah balasan dariku... jangan sampai tuhan. Jangan biarkan aku melakukanya, biarkan aku menjaga dan merawatnya seperti yang mereka lakukan pada ku dulu...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • (Bukan) Keluarga
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • The Elements
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • Mahligai Sunyi
  • MY UNIVERSE - RORASA
  • Adventure Of The Lost Powerful Gods Reincarnation.
  • Di Balik Kacamata [END]

Tidak ada yang menginginkan menjadi orang tua tunggal. Apa lagi alasan itu karena seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Yang menyuruh membuang janin tidak berdosa yang bahkan baru saja berbentuk gumpalan. 4 tahun sudah berlalu, mimpi buruk itu masih sering menghantui sesekali. Mimpi di mana aku dibuang dan dicampakan karena memberi kabar bahwa ada janin di dalam perutku. Mimpi buruk yang membuatku bekerja keras dan bertahan mati-matian demi mempertahankan janin di dalam perutku. Tanpa ada sosok suami, tanpa ada sosok keluarga yang memberi dukungan di belakangku. Aku sendiri, bertahan seorang diri sampai melahirkan dan memiliki gadis kecil yang sudah menjadi bagian dari hidup dan jiwaku. Pria itu tidak menginginkan putriku, bahkan dia tidak tahu bahwa dia sudah memiliki putri dari seorang wanita yang pernah di usirnya dulu. Aku tidak peduli, justru aku berharap dia tidak akan pernah tahu soal putriku yang sempat ingin di bunuhnya. Dan dalam lubuk hatiku, aku berharap tidak akan pernah bertemu dengannya kembali sampai mati. Tapi, kenapa Tuhan selalu memberi kejutan yang menyakitkan dihidupku. Aku membeku, sendi tubuhku mendadak ngilu setelah sekian lama, aku kembali melihat pria itu di depan mataku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines