Perih
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 17, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Sakit yang kurasakan ketika melihat pemandangan itu mataku panas dan hatiku terasa diremas, itu lah yang aku rasakan ketika melihat pemandangan itu. Ingin rasanya aku membantu tapi apalah daya aku bukan siapa-siapa hanya orang biasa yang tak punya apapun. melihat tubuh yang renta mencari rizki untuk makanya sehari-hari. Hingga aku bertanya-tanya mana kah keluarganya apakah ia tak memiliki anak, cucu, atau saudara. Membuat ku berpikir jangan sampai orang tuaku merasakannya jangan sampai aku nantinya menelantarkan orang tuaku, karena merekalah aku ada didunia ini. Merekalah yang merawat dan membesarkanku, menyekolahkanku agar aku menjadi anak yang pintar dan bisa menjalani kehidupan ku kedepanya. Tega kah aku melihat orang yang membesarkan dan merawatku hidupnya tak bahagia, tak ada yang merawat dan menjaganya di hari tua nya. Itu kah balasan dariku... jangan sampai tuhan. Jangan biarkan aku melakukanya, biarkan aku menjaga dan merawatnya seperti yang mereka lakukan pada ku dulu...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • MY UNIVERSE - RORASA
  • Adventure Of The Lost Powerful Gods Reincarnation.
  • Di Balik Kacamata [END]
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • Optimus Pater [Completed]
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • help me!! [ End ]
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines