Islamiyah dan Cintanya

Islamiyah dan Cintanya

  • WpView
    GELESEN 1,939
  • WpVote
    Stimmen 30
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Juli 3, 2013
Bing Li menghela napasnya gusar. Seakan ada beban yang sangat berat di dalam dadanya. Ia menoleh pada Dewi, "Seandainya kamu membiarkan aku dengan keyakinanku namun tetap dapat menikahimu," lanjutnya. "Itu tidak mungkin, Islam melarang seorang perempuan diperistri oleh lelaki yang bukan muslim," jawabnya menegaskan. "Apa kau benar-benar mencintaiku juga, Wi?" ia menatapnya lembut, meski Dewi tetap menundukkan wajahnya, menjaga pandangannya. Dewi menganggukkan kepalanya, "Tapi aku tidak bisa menikah denganmu jika kamu belum menjadi seorang muslim." "Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan mereka." "Hanya menunggu waktu, percayalah aku akan menepati janjiku." Dewi hanya menghela napasnya pasrah.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Ara
  • Kesempatan Kedua
  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Nabilah
  • Serasa dan Menua Bersama
  • Bersaing dengan Masalalu
  •  Suddenly Married
Ara

"menikah?" tanyaku tersentak. Jangankan menikah, bertemu laki-laki saja aku takutnya setengah mati. Tapi, laki-laki ini beraninya melamarku. "Iya, Afshe Khalifatur Humaira Alkatiri apa kamu bersedia menjadi pelangkap Iman saya?" Ucapnya dengan tegas dalam satu tarikan nafas. Tanganku bergetar hebat, dadaku sesak, semakin sulit bernafas rasanya. Mas Izam dan Mbak Ayla memegang tangan dan pundakku, aku tahu mereka khawatir, tapi keadaanku mungkin sungguh mengenaskan saat ini.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien