TTM (Teman Tapi Mesra)

TTM (Teman Tapi Mesra)

  • WpView
    Reads 1,096
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 7, 2016
Seperti hari-hari biasa, ku ke sekolah dengan berjalan kaki. Dengan cuaca yang panas terik, ku hadapinya dengan tabah. Tetapi pada hari ini, ku dikejutkan dengan pelajar perempuan yang agak jelita rupanya yang baru berpindah ke kelas ku. Nama nya ialah Nur Lailatul Jannah. Pelajar baru itu ditempatkan di bersebelahan tempat duduk ku. Pada mulanya ku hanya menunggu sapaan beliau. Lama kelamaan sapaan yang ku harapkan tidak di dengar. Aku mula rasa kan yang beliau bersikap sombong. Aku mula menyapa beliau dengan bertanya kan serba sedikit tentang perihal beliau. Ku berasa sedikit malu kerana soalan yang ditanya kan ku tidak dijawab. Pernah juga ku mengintai nya semasa rehat. Dia membawa bekal, ternyata sekali beliau belum mempunyai teman di sekolah ini. Ku terfikir bagaimanakah jika ku ditempat nya. Huh...sungguh perit. Aku berniat untuk menjadi teman nya. Pada suatu hari, cikgu bahasa melayu menyuruh menyalin nota yang telah ditulis oleh nya di pada papan putih. Aku terus memegang pen
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Im not alone
  • Between Hope And Fact
  • Satu Sekolah Tiga Sahabat
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Kelas A [End]
  • Diary Of Rain [END]
  • Berdamai Dengan Luka
  • 3 IN ONE
  • Tatapan dari bangku belakang.

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines