Sweet Memories

Sweet Memories

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 27, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Dulu.. Aku sayang kamu, kamu sayang dia, dia sayang orang lain dan orang lain itu sayang sama aku. Dia bilang aku beruntung karena orang lain itu sayang sama aku. Justru dialah yang beruntung sudah mendapatkan kamu. Yang aku ingin.. Kita berdua saling mencintai, saling melengkapi dan saling menjaga satu sama lain.. Bukan seperti.. Aku yang selalu ada buat kamu saat dia menyakiti kamu, tapi kamu harusnya sadar disitu juga ada hati lain yang lebih sakit dari kamu.. Dia juga harusnya sadar ada kamu yang tulus mencintai dia.. Bukan malah mengejar orang lain yang gak pasti sayang sama dia.. Tapi nantinya Kamu akan merasakan rasanya jadi aku waktu itu.. Aku yang akan selalu nyari kamu buat dengerin cerita aku pas hati aku hancur.. Kamu akan tau rasanya jadi aku saat itu.. Sakitnya aku waktu itu.. Hingga akhirnya tetap saja aku tak bisa berpaling darimu.. Selamat membaca guyss moga suka yahh.. Aamiin..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Beloved Fans
  • Believe Me [END]
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  • Luka Yang Kurindu [mewgulf]
  • Yang Terlupakan
  • Love In The Past {END}
  • 𝙼𝚈 𝚃𝙴𝙰𝙲𝙷𝙴𝚁 𝙸𝚂 𝙼𝙸𝙽𝙴 [𝙼𝙴𝚆𝙶𝚄𝙻𝙵] 𝙴𝙽𝙳
  • flashback~

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines