May I?
  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Semua berawal dari pertemuan yang tidak terduga. Saat ketika rasa sayang telah menyatukan mereka perlahan, saat rasa sayang telah menjadi bukti dari perasaan mereka, saat itulah mereka harus menerima suatu kenyataan yang sangat menyakitkan satu sama lain. Perlahan mereka berusaha untuk meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya masih bisa seperti biasa. Tapi, apakah mungkin kedua belah pihak bisa menerima semuanya? Justru mereka salah. Mereka justru menyakiti satu sama lainnya. Hubungan yang berawal dari pertemanan. Hubungan yang awalnya ditentang orangtua mereka. Pada akhirnya mereka bersatu. Namun, apakah mereka tetap seperti sedia kala, saat salah satu dari mereka harus bisa menerima cinta yang lain dan saat yang satu lagi perlahan melepaskan dan membuka hati untuk yang lain. Perjalanan kisah yang tidak semudah seperti yang mereka-mereka di luar sana bayangkan. Kisah cinta mereka sangat menyakitkan. Berkorban karena kesalahan orang yang mereka sayangi. Note : Selamat membaca. Semoga tidak mengecewakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Simbiosis Mutualisme
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • MahaRani [END]
  • Komandan Tampanku
  • Because Of You
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Believe

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines