Lilin Kecil

Lilin Kecil

  • WpView
    Reads 644
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Berpasangan bukan tak berarti harus bersatu,seperti halnya siang dan malam". "Kayak 2 sisi mata koin,bersatu tapi nggak akan bisa bertemu". "Karena segala sesuatu punya peran masing-masing kayak siang dan malam". "Sama halnya tidak bisa berkata "Good Bye" sebelum "Say Hi". "Satu sisi membawa kebahagian dan satunya kepahitan". Vely:Apa loe mau berjanji untuk gue? Light:Janji apa? Vely:Apa loe mau menjadi dokter ahli bedah jantung dan tidak akan pernah melupakan gue? Light:Baiklah gue berjanji,dan loe harus jadi lilin kecil gue oke? Vely:Oke gue Setuju. Apakah Vely dan Light bisa bertemu dan menepati janji mereka? Apakah janji itu benar-benar ada? Atau hanya mitos yang melegenda? Tentu hanya sebuah lilin kecil yang menerangi cahaya malam akan memberi semua jawaban itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A New Beginning
  • Malam Dan Bintang Kita
  • Break The Mold [END]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Three Targeted Girls!!
  • BHS
  • My Heart
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • My Panda
  • Will You Be My Love Rain?

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines