We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
it's TRUE

it's TRUE

  • WpView
    Reads 1,426
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 3, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Tagslove
gaada sinopsis, kalo kepo baca aja :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKHTA TANPA JIWA
  • PNS Husbu Ver.1
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • boypussy
  • {WN} Shadow Slave III
  • Bad girl and baby twins
  • terjerat pesona ayah sendiri
  • MY GHOST ✔️  [Full 21++] Pdf
  • Aya dan Pak Dosen Galak!
  • Family sex!?

Yogyakarta, 2005. Di usia 29 tahun, Raden Mas Hanggar Arisya merasa hidupnya bukan lagi miliknya. Sebagai pewaris takhta, ia terjepit di antara dua dunia: kecintaannya pada kebebasan modern bersama Alysia Verbeke, kekasihnya yang berjiwa liberal, dan tuntutan kolot para sesepuh keraton. Bagi keraton, Alysia adalah ancaman. Wanita keturunan pahlawan-Belanda itu dianggap terlalu liar dan tidak akan sudi tunduk pada protokol paugeran yang kaku. Paman Hanggar, KGP Joyodiningrat, memberi ultimatum: Hanggar harus segera naik takhta demi stabilitas, namun syarat utamanya adalah menikahi Sekar Ayu, gadis ningrat yang dianggap "sempurna" karena kepatuhannya. Hanggar membenci rencana itu. Baginya, Sekar hanyalah wanita yang "dijual" oleh keluarganya demi posisi politik. Namun, ancaman kudeta internal dan kesehatan ayahnya yang kian memburuk memaksanya menyerah. Ia terpaksa melepas Alysia dan menikahi Sekar dalam sebuah upacara megah namun hampa. Maka dimulailah kehidupan Hanggar di dalam istana sebagai penguasa baru yang dingin. Ia memakai mahkota emas, namun batinnya mati. Ia berbagi ranjang dengan Sekar, namun tak pernah berbagi hati. Inilah awal dari Takhta Tanpa Jiwa, sebuah kisah tentang kekuasaan yang dibangun di atas reruntuhan cinta dan harga diri yang dikorbankan demi tradisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines