friend or boy friend?

friend or boy friend?

  • WpView
    LECTURES 367
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 2, 2016
Jam terus berdetak tanpa henti sampai saat ini aku pun tidak tahu apa ini? Apa yang sedang aku lakukan saat ini? Mengapa bayangannya selalu ada? Aura yang selalu berubah ketika ia melewati kelas ku. Ya aku adalah Moon Ga young siswa dari SMA gwangyu kini usia ku 17 tahun. Sudah lama rasanya aku memandangi dan mulai memulai mengaggumi kakak kelas ku yang bernama park chan yeol. "ga young ah~' suara sahabatku memanggilku dan menyadarkan ku dari lamunan serta membawakan ice cream strawberry kesukaanku. nama sahabat ku adalah kim tae hyun, dia adalah teman ku dari aku masih umur 12 tahun. Keluarganya pindah ke daerah rumahku karena ayahnya memiliki pekerjaan yang sering berpindah-pindah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Semesta  Luka dan kenangan
  • Satu semester seribu kenangan
  • LOOKISM x f! reader
  • END✔️- TAKDIR
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Kelas A [End]
  • Last Birthday Part 1
  • HE'S DIFFERENT FROM THE OTHER || SUNGJAKE (END)
  • (S2) Korban Fujo

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu