Only You

Only You

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Mon, May 20, 2019
"Bagian tersulit saat mencintaimu, adalah melihatmu mencintai orang lain" Kata-kata itu teringat jelas dalam benakku. Ada seorang lelaki yang selama bertahun-tahun terus hadir dalam mimpiku. Awalnya aku beranggapan bahwa mimpi itu hanya bunga tidur, tapi akhir-akhir ini mimpi tentang dia semakin kian menjadi hingga membuatku tak karuan. Bagaimana jika masa lalu dan masa depan berjalan beriringan? Manakah yang akan dipilih? Masa lalu ataukah masa depan??? ^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Sebelum Pagi
  • FRIENDZONE | ✔
  • Secret Admirer (Tamat)
  • Viva La Vida
  • Boy Friend Not Boyfriend [TAMAT]
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • Be MINE
  • Aku Kamu Dan Dia
  • FIVE FRIENDS OF TWO LOVE

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines