El-Rubi

El-Rubi

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2016
-kini aku yakin, mencintai itu bukan hanya untuk kau bersamanya atau kau ingin berusaha keras untuk memilikinya. Perasaan yang kusadari ini, Cinta yang aku maksud ini, hanya sekedar perjuangan untuk selalu melekat dalam hidupnya. meskipun kau selalu menyumpahinya karena hubungan yang tidak pernah berujung kepastian. ... beribu bintang yg menghiasi malam, kau adalah bintang. ya! ketika kau memutuskan untuk pergi mengejar impianmu dan meninggalkanku. sampai detik ini aku selalu mengatakan kau sudah menjadi bintang, disana. melihatku tapi bukan untuk menjagaku. selalu datang setiap malam hanya untuk melihatku. dan menemani malamku sampai akhir kita bertemu. Annyeong...- -Hei.. aku akan selalu menjagamu. kau hanya perlu mempercayai hatiku sampai kau benar-benar percaya seluruh hidupku. sampai akhir. kau hanya perlu menanti waktu itu, hahaha aku tidak mengatakan kau harus menungguku [lagi] ya :* hihii well, anytime. true love doesn't have an ending as my loved for you, ...... Annyeong..-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • flashback~
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • SalFlo
  • My for You Forever

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines