Salah

Salah

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 17, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Kehamilan membuat hidup Darin berubah sepenuhnya. Bukan menjadi seorang wanita yang bahagia, lebih penyayang serta menimbulkan sifat keibuan, Darin malah dingin. Wanita ini harus menanggung sebuah dosa yang berbuah anugerah. Namun, hal ini menyebabkan pertanyaan untuk Vero. Seorang Darin yang dia kenal sebagai wanita tangguh dan cerdas, bisa hamil saat dia masih sendiri? Sebenarnya, apa yang terjadi pada kakaknya? Written by Zira Aura
All Rights Reserved
#482
affair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regan dan Cintanya [END]
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • DAREN [End]
  • Back To You (Rujuk?)
  • My Baby Boy [TAMAT]
  • WISHES.
  • Takeaway
  • The Brides

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines