Novelia Lovestory [BoysLove] (Ongoing)

Novelia Lovestory [BoysLove] (Ongoing)

  • WpView
    LECTURAS 716
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 28, 2016
Pertemuan pertama terasa seperti pertemuan kembali. Serasa mustahil, namun itulah yang lelaki itu rasakan. Lelaki berumur 21 tahun itu merasakannya. Saat melihat pemuda kecil itu sedang tertawa lepas, ia merasakan ada yang janggal. Degupan jantungnya tak biasa. Tubuhnya serasa seperti sedang terisi tenaga saat melihat rupa itu. Ia tak mengenalnya, namun terasa tak asing. Di kedai kecil sudut kota, saat ia sedang bersantai dengan secangkir kopi yang mengepul ia bertemu dengannya. Eksistensi pemuda itu merenggut sebagian rasa penasarannya. Ingin menghampiri untuk memastikan, tapi ia takut dikira sok dekat. Maka ia putuskan untuk melihat tubuh kecil, putih juga rapuh itu hanya dari kejauhan. Melihatnya yang sedang asyik bersenda-gurau dengan orang lain. Dia, Albert Johnson, penulis, dan gay. Ini adalah kisah cinta pandangan pertamaya. . . . . . Ini cerita pertama saya di wattpad. Tolong pada HOMOPHOBIC, PLEASE GO AWAY dari cerita saya. SELAMAT MEMBACA!!
Todos los derechos reservados
#797
manxboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hurt To Love You
  • WAY BACK INTO YOU (Completed) ✓
  • Vamp Prisioner
  • I'm (Not) Bad Boy [End]
  • 【 𝐁 𝐋 】Love In Sushi Bar
  • Complicated Relationship (Boyxboy)
  • No Voice (BL 18+) [COMPLETE]
  • I wish we could be together

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido