Story cover for Terlambat by leenodette
Terlambat
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 23, 2016
"Maaf, tapi lo udah terlambat. Gue udah bahagia sama yang lebih bisa menghargai perasaan gue." 
Ujar laki laki berambut hitam pekat itu kepada gadis dihadapannya.

"Gue tau gue terlambat, tapi apa perasaan lo udah bener bener hilang buat gue?" Balas yang gadis.


Laki-laki dihadapannya hanya diam dan berlalu. Tanpa jawaban.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Terlambat to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Impossible Wish cover
Sartha cover
Tawamu dan kupu-kupu cover
Masa Remaja cover
Struggled cover
INTUISI [END] cover
Aku, Kamu, Kita cover

Impossible Wish

16 parts Complete

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.