Hey, Sister

Hey, Sister

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 26, 2016
"Gue rasa kita udah jadi temen yang baik, Ra. Dan gue pengennya hubungan kita lebih dari sekedar temen." Maura menatap kearah mantan rivalnya dengan senyuman mengembang. 'Dia pasti mau nembak gue!' Batinnya senang. "You mean?" Tanya Maura sambil tersenyum lebar, menantikan moment itu terjadi hari ini. "I mean, gue pengen hubungan kita lebih deket, Ra." Jawab Rizal yang semakin membuat Maura berdebar tak karuan. "Lo nembak gue ceritanya?" Rizal menatap Maura aneh. "Gile, ya enggak lah bego!" Ucapnya sembari tertawa. Perlahan, senyuman manis Maura mulai memudar seiring bertambahnya detik. Bego! Gue pede gile bilang gitu! Rizal gak mungkin naksir sama lo, Maura. Lo itu berandalan kelas kakap! "Terus maksud lo?" Suara Maura mulai melemah. "Just make me could closed with your sister, and I swear I will stop being a jerkass to you. This is my last request."
All Rights Reserved
#270
daniel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 27 FEBRUARI
  • ARGA [REVISI]
  • Senior
  • Misi Kalisa (End)
  • Tingkat Tiga
  • Sweet Combat
  • savira
  • Arsyilazka
  • Kamu

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines