LIKE A DREAM LIKE A PRISON

LIKE A DREAM LIKE A PRISON

  • WpView
    LETTURE 480
  • WpVote
    Voti 67
  • WpPart
    Parti 13
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, mar 11, 2016
Pernahkah kau mempunyai mimpi yang amat tinggi? Yang pada akhirnya kau tak percaya kau telah memimpikannya? Pernahkah kau kehilangan peluang untuk mewujudkannya? Pernahkah kau berharap agar waktu dapat diputar kembali? Jika kau bertanya padaku, maka hanya satu jawabanku "aku menyesal telah bermimpi." Ceritaku dimulai pada hari yang dingin sebelas tahun yang lalu, pada saat itu aku kelas 3 sma di kota LV yang sangat terkenal dengan minuman keras, judi, dan serta karya seni yang tinggi, terutama seni tari. Salju bertebaran dimana" , kondisi tubuhku tidak maksimal karena terlalu kurus, aku memang tidak boleh gendut, mengapa? Karena ntar aku nggak bisa mengangkat tubuhku tinggi" Sambil bersimbah air liur aku melihat anak kecil sedang makan es krim di pojok cafe dengan amat nikmatnya, kuhampiri anak itu lalu aku berkata padanya "dek, nggak ngilu tuh? Makan es krim saat cuaca seperti ini?" Dia pun berkata padaku "apapun rasanya bukan urusanmu" Ingin kutendang rasanya..
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Penantian
  • Starlight~
  • jung Ssaem VS Detektif Penggoda
  • Arsyilazka
  • MAHESWARI  (selesai)
  • First Love [Proses Editing]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Laskar Jingga
  • Rindu Senin Pagi
Penantian

Kisah cinta di masa SMA ketika seorang gadis yang dipertemukan dengan anak laki-laki yang mampu membuatnya jatuh hati. Entah karena apa, ia begitu mudah menjatuhkan hatinya kepada laki-laki itu walaupun ia harus memendam perasaannya. "Oh oke. Sebelumnya gue mau tanya boleh?" "Boleh." "Kenapa lo kalau ngomong sama gue gak berani natap gue? Emang gue jelek ya? Atau lo kesel sama gue?" "Ha? Enggak. Biasa aja," "Oh ya?" "I-iya." "Oke. Kalau gitu lo tatap gue selama lima detik." "Buat apa?" "Buat buktiin lo kesel sama gue apa enggak." "Gue gak kesel sama lo Dev. Mending lo ke kantin aja." "Tuh kan lo kesel sama gue." "Enggak Dev." "Yaudah kita tatap-tatapan." "Oke." "Oke. Udah lima detik. Lo biasa aja, gue ke kantin dulu kalau gitu." (Belum Revisi)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti