My Pre-Wedding Blues

My Pre-Wedding Blues

  • WpView
    GELESEN 320
  • WpVote
    Stimmen 17
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Feb. 28, 2016
"Kejujuran tak selalu jadi jawaban paling benar, saat hati dan perasaan banyak orang yang jadi taruhan." *** Candace dan Abim sepakat menikah. Candace siap menjadi tua bersama Hans, Abim mau menemani Aira sepanjang hidupnya. Sepasang sahabat beda gender dari bayi ini yakin, mereka bisa menjalani kehidupan rumah tangga mereka kelak. Tapi, saat persiapan pernikahan hampir sempurna, rasa takut kehilangan mengambil alih keyakinan mereka. Abim merasa Candace takkan bisa jadi teman travelling terbaiknya lagi. Candace juga sadar, Abim akan sulit ia jadikan tempat berkeluh kesah seperti biasa. Bagaimana mereka menghadapi pre-wedding blues ini? Apakah Hans dan Aira mampu menerima kejujuran hati Abim dan Candace?
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • BUKAN SALAH DI JODOHKAN
  • BUKAN PERNIKAHAN DINI
  • [TERBIT] Covered In You
  • LANGKAH KECIL MENUJU HARAPAN
  • Warisan Tak Terduga [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)

Arabell yang masih diselubungi duka merasakan kebimbangan yang luar biasa saat ia kedatangan dua orang tamu yang tak dikenalnya sama sekali mengaku sebagai ayah kandung nya. Arabell terdiam mencerna apa yang dikatakan orang di depannya itu,memperhatikan berkas2 yang dibawa oleh orang tersebut dari buku nikah sampai akta lahir dia sendiri. Satu sisi ia menerima apa yang dikatakan mereka dan disisi lain ia menolak keras,mungkin saja kedua orang di depannya ini berniat jahat. Mereka mengaku sebagai keluarga membawa nya pergi kemudian menjualnya. ia bergidik ngeri memikirkan nasib kedepannya. "Apa kamu tidak mau memeluk adikmu Bima?" Thomas yang tau tatapan Bima menuju pada arabelle bertanya dengan senyuman. "adik!" seru Bima mengalihkan pandangan pada Thomas kemudian berganti lagi pada arabelle. "Adik ku hanya Mikael,adelard dan si curut itu. Aku gak punya adik perempuan dan bunda juga gak pernah melahirkan anak perempuan." Ujar Bima dengan santai. "Jaga bicaramu Bima!" Argani memperingatkan sang putra dengan tatapan yang serius. "kenapa? memang seperti itu kenyataan nya bukan." balas Bima dengan acuh kemudian berbalik meninggalkan meja makan. "Bim...."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien