Janji Merpati

Janji Merpati

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2017
Namaku Alana,Claudya Carsen. Aku biasa dipanggil Alana atau Lana. Kini aku duduk dibangku SMA. Aku mempunyai sahabat bernama Siska Indah Purnama. Aku dan siska sudah lama bersahabat. Mungkin karna aku dan dia anak tunggal,jadi tidak memiliki tempat untuk mencurahkan isi hati. Kami selalu bersama,Kadang apa yang kita gunakan juga sama. Aku dan siska sering disebut kembar,karna wajah kami mirip. Hanya saja iris matanya hitam, sedangkan aku coklat. Siska adalah Teman yang mengisi hari hariku. Dia tak sekedar temanku, tapi juga Sahabat Hidupku. "Sahabat itu orang yang mengisi hari hari kita. Sahabat itu tempat dimana kita mencurahkan isi hati. Sahabat itu, ya KITA..." kami ucapkan dengan lantang dibawah hujan dengan tawa yang tersedu-sedu. Hujan pun takluk oleh Canda Tawa kami. Hujanpun turun, menyisakan bekas dipopohonan dan genting rumah,menyisakan rintikan yang menetes dari langit, menyisakan gelapnya langit biru, dan menyisakan pelangi yang begitu indah. Bicara pelangi, sejak kecil Aku dan Siska selalu berkhayal untuk bisa bertemu bidadari di kayangan. Hahahaha.. lucu bukan? Kini menginjak dewasapun kami masih seperti anak kecil. Wajar saja, Bunda dan Ayah begitu over protektif kepadaku. Begitupun Siska. Mungkin orang berfikir sahabat hanya orang yang menemaninya berpergian,tempat curhat, namun tak peduli meski sahabatnya melakukan hal buruk sekalipun. Aku dan Siska pernah mengucap sebuah Janji yaitu "Sahabat saling mengerti, Saling menemani, Saling melengkapi, Menerima apa adanya, Dan saling mengingatkan." Saat kami membuat Janji itu di Taman Kota,aku melihat Burung Merpati. Aku ingat bahwa ada pepatah mengatakan "Merpati tak pernah ingkar" dan akhirnya kami sebut Janji Merpati agar kita tidak mengingkari Janji persahabatan kita.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Untuk Dua Merpati Hebatku
  • ROSEYANA [✓]
  • Ayesha Transmigration
  • ALEYA~~
  • Kaka Mu Ganteng - New Fersion
  • LOVE
  • Gadis Cuaca
  • ALVIN (On Going)
  • ANNISA {ON GOING}

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines