Titik
  • WpView
    Reads 598
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 7, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Ketika titik jenuh mulai menabrak, cobalah tubruk lagi dengan titik lain. Siapa tahu jadi sebuah garis cerita abadi? Walau hanya dikenang seorang diri. . . .
All Rights Reserved
#50
abstrak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Run With Me
  • Kumpulan Cerpen || All Genre
  • ASSASSIN !! (NC)
  • Setangkai Aster untuk Esther
  • Kumpulan Cerpen Dewasa
  • Imajinasi Abstrak
  • AMBISI

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines