100 Hari Mencari Aku 100 hari keliling indonesia

100 Hari Mencari Aku 100 hari keliling indonesia

  • WpView
    MGA BUMASA 122
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Feb 27, 2016
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tulisan ini akan menceritakan sedikir salinan dari buku harian saya , saya telah menyelesaikan 100 hari tergila dalam selama hidup saya. melakukan perjalan dengan moda hitchiking yang berhasil membawa saya dari Pekanbaru Riau sampai ke Waerebo NTT Flores walaupun tujuan awal saya adalah pulau terujung di indonesia yaitu papua namun karna beberapa hal saya harus menghentikan perjalanan saya di Waerebo NTT semoga kalian mendapatkan sesuatu dari apa yang akan saya tuliskan ini. Ivan Oktabi
All Rights Reserved
#121
nusantara
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • Ctrl+P My Heart
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • Yang TERLUPAKAN.
  • THE REBIRTH OF THE YOUNGEST

Malam ini dan seperti malam-malam sebelumnya aku hanya duduk di depan notebook tua andalan keluarga yang sudah tak berbatre karena jatuh hingga pecah. Dan aku, belum bisa mengganti dengan yang baru. Jemariku masih menari-nari di atas keyboard-nya yang beberapa huruf sudah tidak lagi jelas terbaca. Dan itu tak masalah buatku karena Pak Sukarman, tutor mengetik sistim buta yang pernah menggemblengku dengan gayannya yang khas dan tegas hingga aku mahir mengetik tanpa harus melihat huruf di keyboard. Waktu itu, di tahun 1993, aku pernah mengambil kursus mengetik 10 jari. Rupanya aku masih bangga dengan keterampilanku yang satu ini. Suara dengkuran anak-anak dan istriku menjadi teman setiaku yang mampu membuatku fokus pada momen-momen itu. Momen di mana aku sekarang lupa apakah aku dulu pernah menuliskannya. Apakah dulu aku pernah memimpikannya? Sementara waktu terus merangkak tak kenal berthenti. Tidak seperti alat penunjuk waktunya sendiri yang kadang berhenti ketika kehabisan batre. Begitu pula kehidupan ini. Selalu berjalan tak boleh mengenal berhenti. Betapapun rumitnya dan pahitnya kehidupan akan terus berjalan mengikuti setiap lekukan yang ada. Seperti air yang selalu mengikuti bentuk tempatnya. Dan aku akan terus menyusuri semua waktu dan tempat yang pernah aku singgahi dengan notebook tua ini. Di sinilah aku akan memulainya. Pada lembaran pertama yang masih membekas di ingatanku. Lembaran penting yang akan aku buka lebih dulu.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman