Enchanted

Enchanted

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 1, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Maaf sha. Bukan gue gamau nerima perasaan lo. Gue ga mau kita nanti pisah." ucapnya di pengujung jalan. Biarkan lah hujan membasahi bumi. Biarkanlah hujan menyelimuti ku dengan kepedihan. Biarkan hujan menyelimutinya dengan rasa penyesalan terdalam. Bak di tusuk oleh ratusan hingga ribuan jarum ke dalam hati. Aku terdiam lalu dia melanjutkan. "Kita berdua udah tau perasaan kita sha, tapi gue hanya gamau nanti kita pisah." Lanjutnya. "Gue udah nganggep lo lebih dari pacar." Lanjutnya lagi. Dan 5 Tahun Kemudian batang hidungnya muncul tepat di hadapanku. "We more than a friend but less than a couple." This is Enchanted Tentang Bilan Farhansyah dan Presha Wisalidya
All Rights Reserved
#340
teenagers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Bersamamu
  • ALSTARAN [END]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Im Yours.
  • Strong Girl Michella (END)
  • Maafkan Aku
  • My Precious Husband
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines