ReklaMan Story

ReklaMan Story

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 4, 2016
WpInfo
Non-fiksi
Hai kami reklaman. Kami terdiri dari anak anak yg mempunyai ayah yg super duper kaya kami bukanlah geng yg suka membully orang di sekolah . Awal kami bertemu karena ayah kami bekerjasama dalam satu perusahaan yg dibilang perusahaan terkenal di dunia. Sebelum itu kami mau memperkenalkan nama kami. Hai aku reki aku berumur 12 tahun.Hai aku klara umurku 10 aku berumur paling muda diantara semuanya. Hai aku maura aku berumur 11 tahun aku ketua geng reklamasi ini. Hai aku angga aku berumur 12 tahun aku sama kayak reki. Mau tau kelanjutan dari mereka?? Dan bagaimama kisah hidup mereka sehari hari?? Add yak ke library.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Baby's Contract✓
  • Mas Iqbaal [Short Story]✔️
  • TerraCotta (Completed)
  • Good Daddy
  • Sewing Heart Arrogan
  • Satu Hati, Dua Generasi
  • perjodohan? (y/n & jaehyun)
  • It's World. (ON GOING)
  • GURUKU IS MAHRAMKU

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan