Two Siblings

Two Siblings

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Seoul, 23 Mei 2000 Aku telah lahir di dunia ini, diberi nama Yeunsa oleh ibuku. Aku sangat kagum padanya, mengingat aku dilahirkan dengan cara normal walau harus mempertaruhkan nyawanya. Aku menyayanginya, sangat. Selesai mencatat buku diari, aku menuju kamar mandi untuk bersiap siap. Yap, ini adalah hari pertama aku sekolah, setelah aku lulus dari SMP maka aku harus melanjutkannya ke SMA. Tak lupa juga aku membangunkan adikku dulu, namanya Chaeyeon. Astaga, ia susah sekali ku bangunkan. "Hey, bangunlah! Woy!", seperti biasa aku memeluknya dulu baru ia bangun, tapi tak bangun juga. "Alah, masih jam 5. Sebentar saja...", mudahnya dia bilang begitu padaku padahal aku hampir terlambat. "Cepatlah!", kakakku marah marah karena kesusahan membangunkannya. Selalu saja. "Ah iya..." Aku menarik adikku dan jatuh. Ia juga lulus sepertiku, hanya saja lulus SD. Tapi sikapnya yang menyebalkan membuatku kesal, walau ia adikku yang harus ku sayang. Selesai membersihkan diri, aku dan adikku makan bersama. Oh ya, aku anak kedua dan adikku ini anak bungsu dari keluargaku. Aku harus mengalah setiap ia berbuat salah, kalau tidak bisa bisa rumah hancur dibuatnya. Walau begitu, aku tetap menyayanginya. Sampai tak sadar aku tersenyum melihatnya makan. "Ngapain kau senyum senyum begitu, huh?" "Ge-er banget sih kamu. Aku hanya membayangkan seseorang yang..." "Idola lagi? Sudah ku duga. Kita hidup di dunia nyata, bukan fantasi. Makanya jangan kebanyakan nonton drama" "Ah sudah sudah, sekarang berangkat sekolah ya. Ayo ayo" Mamaku menenangkan adikku dan aku berangkat ke sekolah bersama kakakku. NB : Berdasarkan cerita nyata, hanya nama dan tempat disamarkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alisa's Story
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • First
  • Sunoo's World
  • My Life ( Lookism edition )
  • My Boyfriend is a Gigolo (JIMIN VER)
  • Cutie Sunbaenim [KOOKMIN] ✔
  • [✓] Musuh Kampretku • YoonHun
  • dimana janji tersebut

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

More details
WpActionLinkContent Guidelines