HIDUP
  • WpView
    Reads 865
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 15, 2023
Kata mereka harus begini. Tidak seharusnya aku begitu. Tapi aku tidak bisa. Semua harus sesuai rencana, semua harus di bawah kendaliku. Mereka mulai menatapku, mencela, mencerca, karena apa yang aku lakukan salah. Tidak sesuai harapan mereka. Karena aku tidak mengikuti mereka, makanya aku salah. Makanya hasilnya salah. Bukan untuk pertama kali, bukan juga kedua kalinya. Ini sudah keseringan. Aku bak boneka yang ditalikan dan dikendalikan. Suaraku sudah lama hilang arti. Keberadaanku tidak lain hanya sebagai objek kekuasaan untuk meraih kepuasan. Aku tidak berharga diri. Tidak ada ruang untukku miliki. Semua terisi penuh dengan keinginan-keinginan mereka. Tapi tidak untuk kali ini. Aku akan berdiri, mempertahankan apa yang aku kehendaki. Tidak peduli mereka mengancamku hingga mati. Tidak ada lagi rasa takut yang bersarang, terhimpit kemuakan, kemurkaan. Aku manusia. Aku juga bisa begitu; memaksa, menuntut, mengendalikan. - juga diposting di Geschichten, kumpulan cerita pendek.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • Accompany Me - {REVISI}
  • jangan percaya seseorang
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • RUMAH TANPA ARAH
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines