Sapaan Pertama

Sapaan Pertama

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Mar 3, 2016
Kebiasaan kan yah kalo pas waktu bangun pagi-pagi bgt trs belum mandi pokoknya masi kepet lah! Itu uda pegang hp. Trs Data seluler dinyalain deh! Ehh tau2 ada BBM masuk dari Doi (aww) langsung dehh saltingnya mana tahan! Hanya satu PING aja loh uda bikin hati ga karu2an : PING!!! : Dalemm? : Baru bangun? : Iya nih semalem habis latihan cape bgt:v : Ohh. Nanti sklhkan? : Iyaa.. Uda lama bgt gitu aku suka sama dia. Tp yah cuma gitu2 aja. Kadang2 itu dibikin terbang tapi akhir2nya dijatuhin lagii:" (sakit kan ay:""") Trs ditambah lagi lirikannya (keren banget tuhannn) Uda lama gitu yah kita deket tapi belom juga ditembak (kaya hukuman mati yah:(digantung mulu!) *Singkat cerita* Dan pada suatu hati : Aku tuh pingin bgt disapa sama kamu?! Kpn kmu. .. Tunggu yg ke2
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • FUKUSHŪ
  • Benar, Aku Pembawa Sial (Hali)
  • "Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Ketos Dingin||MYG✔️
  • Arsyilazka
  • BBM [Group Chat]
  • the other side
  • Mine -Jeon Jungkook (JJK) -END

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines