Cinta Dalam Persahabatan

Cinta Dalam Persahabatan

  • WpView
    Reads 1,966
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 27, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kenal kan Nama Gue Rain sekarang gue udh kuliAh,ini cerita saat Gue masih Sd.Dulu Gue pNya sahabat Namanya Guntur,shana,balqis,dan arul.Sejak klas satu sd Gue sahabatan Sama mereka,susah senang kami hadapi bersama. Awalnya Gue Gak ada perasaan apaapa sama Guntur tapi makin dekat Gue jadi suka sama dya. Iyh Guntur adalah ank terkeren dan tertampan di skolah,bnyak cwekcwek yang suka sama dia tapi dya cman suka sama satu orang tapi,dia gak pernah ngMong ma Gue cwek yg dia suka. Bell istirahat pun berbunyi Seperti biasa Gue dan sahabat Gue pada pergi kekantin sampai di kantin gue basa basi sama guntur. "Tur cwek yg lo suka tuh yang mNa lo mah gitu klo lagi suka sama oraNg Pasti gak mau kestau kita.ucap gue pada guntur "Udah lah lo pasti tau sapa yaNg gue suka dia sahabat gue juga kok jawab guntur yang membuat gue bertaNya2 "Hah lo suka sama shabat lo sendiri ncikncik""ucap balqis yaNg membuat gue dan guntur kaget. "Kurang ajar lo qis""ucap guntur "Sabar dong tur ni kepala bukan bola.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gamang
  • TENTANG SEPASANG
  • I Love You
  • My Badboy Boyfriend
  • LALA
  • MAUREN (On Going)
  • Pretty Careless
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Kamu
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines