Renjana
  • WpView
    Reads 607
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 21, 2021
Di antara angin malam yang berhembus melewati jendela, Renjana lantas bertanya. Apa Tuhan melihat segala usahanya? Setumpuk keluh kesahnya? Atau semua perjuangannya? Ironinya, Renjana bahkan ragu kalau Tuhan sempat untuk memikirkannya. Setelah belajar keras selagi mata terbuka. Pikiran yang selalu terjaga. Otak yang tak berhenti bekerja. Renjana tetap tidak berhasil menemukan sumber kegagalannya. Dengan segala cemas dan rasa takut yang tak berhenti menghantuinya, Renjana menitikkan air mata untuk kesekian kalinya. Ia kembali bertanya kepada dirinya. Kepada sesosok Tuhan yang selalu dipercayainya. Kepada semesta atau siapa pun yang bisa menjawab pertanyaannya. Apa Tuhan benar-benar bersamanya ketika tak seorang pun bersedia mendekapnya?
All Rights Reserved
#475
patah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainie ( END )
  • Waktu?
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • DENNIES
  • Reina
  • ketika senja menyapa
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • TRAUMA
  • Layà & Diga

Izinkan aku bahagia, Tuhan. ________ Mengapa, Tuhan seolah tak mengizinkanku untuk merasakan kebahagiaan? Mengapa, Dia menakdirkan skenario hidup yang begitu rumit, bagi dunia kecilku? Tak bisakah, Tuhan membiarkanku bahagia, lebih lama lagi? Aku hanya ingin hidup bahagia, bersama orang-orang yang aku sayangi. Namun, mengapa aku tak bisa? Apakah, karena Tuhan yang memang kejam pada diriku, ataukah, karena aku yang sudah terlalu banyak terluka, hingga lupa caranya bahagia? ____________ "Aku lelah, izinkan aku menutup mataku, ya?" ___________ Cerita yang kubuat, dikala gabut melanda. Untuk yang punya riwayat emosi yang berkepanjangan, diharapkan jangan coba-coba mendekat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines