Problem
  • WpView
    Reads 883
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 31, 2017
Perpisahan kedua orang tuanya membuat Arnaya Maryzka merasa terpukul. Naya belum mampu menerima kenyataan, bahkan tak akan mampu. Dengan kedua sahabatnya, Anin dan Erza. Naya mampu menahan semua itu. Ditambah lagi dengan kedatangan Farrel, murid baru di kelasnya yang awalnya adalah musuh bagi Naya, berubah menjadi seseorang yang berarti bagi Naya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Married With Presma
  • ALINA QUEEN DEVEREUX
  • Sejenak Sebelum Pergi ✔️
  • KALA LUKA
  • ANAK ANGKAT MAFIA
  • Ephemeral
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines