Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
UNPERFECT HOME (LENGKAP)

UNPERFECT HOME (LENGKAP)

  • WpView
    LECTURES 12,121
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Chapitres 43
WpMetadataReadTerminé dim., avr. 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mariage & Divorce
Bébé Secret / Surprise
Gara-gara kalah dari taruhannya, Aulia harus menerima hukuman , tak tanggung-tanggung, teman-teman gengnya meminta Aulia untuk melamar guru killer sepenjuru kampus. "Pak, bapak mau engga nikah sama saya?" Dalam hati, plis plis jawab engga jawab engga, tapi engga mungkin juga kan ini dosen jawab iya, paling cuman dikatain gila. "Kalau saya bilang mau, kamu siap jadi istri saya?" mampus. --- End. 13 april 2026
Tous Droits Réservés
#72
purpose
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Suddenly Marriage
  • DISA | broken
  • My Teacher Is My Husband
  • Chasing You | TAMAT ✔
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Massuro
  • ANGELILKA (END)
  • I hate you but I love you Mr.Crazy (SELESAI)
  • Pak Denta Sarange! (On Going)

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu