JERK (h.s)

JERK (h.s)

  • WpView
    Leituras 82
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 5, 2016
WpInfo
Fanfic
1Direction
nama ku karen william smith, kalian bisa memanggilku karen.aku lahir diparis Aku sudah lulus kuliah dan sekarang aku bekerja di sebuah cafe yang sangat terlihat sederhana dilondon.kalian pasti bingung kan kenapa sekarang aku berada di london? Ya aku memang berada di london alasan aku pindah ke london yaitu orang tua ku begitupun juga adikku telah meninggal karena kecelakaan pesawat. Mengerikan sekali bukan? Dan kebetulan sekali aku mempunyai sahabat dilondon nama nya arina,dia mempunyai apartement disana dan sekarang aku tinggal di apartement nya.dia pun tidak keberatan aku tinggal ditempat nya karena kebetulan sekali dia sendirian di apartement itu. Kemudian, 3 hari yang lalu aku baru putus dari pacar ku nama nya yaitu calum.padahal aku sudah lama menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih selama 2 tahun, dia memutuskan ku karena dia tidak mencintai ku lagi dan sekarang dia sedang mencintai perempuan lain. Semuanya telah berubah drastis, tidak seindah dulu.
Todos os Direitos Reservados
#143
jerk
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Senja Yang Tak Kembali
  • Mahligai Sunyi
  • Destiny (Harry Styles Fanfiction)
  • Love With The Heart Not The Eyes
  • IF YOU
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • "True Love"
  • One Last Time 2🇬🇧
  • Antara Dendam dan Cinta

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo