Already Torn

Already Torn

  • WpView
    Reads 2,143
  • WpVote
    Votes 400
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 30, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku sudah mengikuti permainan takdir. Tapi mengapa aku terus terjebak dalam permainan itu?" -Olive Ia berjuang, tapi dalam diam. Ia tidak kalah, melainkan ialah yang mengalah Ia akan tertawa ketika lelah Akan tertawa ketika ia menangis Akan tertawa ketika ia menjerit kesakitan Wajahnya tersenyum bahagia dibalik kepedihan yang sangat dalam Matanya tersenyum manis dibalik mata yang menangis setap saat Memancarkan kasih sayang dengan aksi, bukan dengan perkataan Bukan sesuatu yang tangguh dan kuat seperti baja Hanya kepingan bata rapuh tak terlihat Bukan sebuah fairytale yang berakhir indah Hanya sebuah klise sederhana yang sangat rumit Kata kata yang Ia ucapkan berbanding balik dengan apa yang ia pikirkan Satu kata yang ia ucapkan, memerlukan jutaan pemikiran Miliaran kata yang ada di pikirannya. Hanya satu kalimat yang ia ucapkan Itulah mengapa terdapat banyak alasan untuknya harus mengucapkan "bye bye" But she just a lost girl. Who trapped between dream and reality Disinilah gadis itu, terjebak disatu lubang dilema. Saat dia mengejar cintanya, Cinta mengusirnya paksa untuk pergi Tapi, disaat dia menyerah dan pergi. Cintanya datang padanya dan menyuruhnya untuk kembali Ia tidak pernah menunjukannya Semuanya hanya kebohongan. Jangan percaya Sadly, is it too soon too late You can't fix me anymore What would you do? My heart is already T O R N -Olive- p.s. Jangan percaya apa yang mereka katakan. Percayalah semuanya hanyalah drama
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Tell The World I Love U
  • Promise
  • Just That, I Love You
  • Fall "Love will remember" 🔚
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Power Of Love
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • The Kidnapper
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines