My Apocalypse

My Apocalypse

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 15, 2016
Pernah punya seseorang yang membuat hidupmu sial terus? Yang tak bosan-bosan merusak harimu? Prinsip hidup Levi simpel, sesimpel hidupnya. Nilainya biasa, tampangnya biasa, hidupnya pun biasa. Bukan, ini bukan cerita tentang anak biasa-biasa saja yang ternyata seorang penyihir dan ditakdirkan mengalahkan orang jahat. Cuma satu yang tidak biasa darinya. Ia punya seorang, katakan saja, penggemar yang terus mengganggunya. Bukannya bikin senang, justru si pengganggu terus-terusan membawa sial. Diusir pakai jampi-jampi juga takkan mempan. Deandra termasuk daftar anak gaul di sekolahnya. Temannya banyak, tampangnya tidak parah-parah amat, dan suaranya juga oke. Hobinya satu, mengganggu Levi yang ansos dan pelit kata. Dua kata bagi Levi untuk menggambarkan Dea; lintah rabies. Karena satu, Dea selalu menempelinya bak lintah. Dan dua, keagresifannya membuat ia perlu diberi vaksin anti rabies. Namun bagaimana jika suatu saat Dea berhenti total mengganggu Levi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Kalevi
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • RAVIEL [END]
  • HIDDEN I (The End)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Amami
  • GemaShira : Love Experiment
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines