Ujian sekolah SMA akhirnya tiba. Ku masuki kelas dan duduk di bangku yang telah ditentukan. Akhirnya keinginanku tuk segera keluar dari sekolah ini tiba. Lembar jawaban mulai dibagikan dan kuisi lembar tersebut. Semua telah kuisi dan lantas aku pun diberi lembar soal. Namun, ketika kulihat lembar soal itu membuatku heran. Lembar soal itu ternyata secarik kertas berisi lirik lagu. Aku pun menoleh kearah depan, tiba-tiba kelas yang seharusnya kugunakan untuk mengerjakan ujian sekolah berubah menjadi kelas dimana aku masih duduk di bangku SD.
.
.
.
.
Semuanya berawal dari sebuah bangku kosong di salah satu kelas. Tidak ada yang tahu kenapa bangku itu selalu dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang berani duduk di sana. Sampai suatu hari, satu per satu murid mulai mengalami kejadian aneh-bisikan di tengah ujian, bayangan yang muncul di tempat seharusnya kosong, dan perasaan bahwa mereka selalu diawasi.