Story cover for Flashback~ by _Qoryyy
Flashback~
  • WpView
    Reads 524
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 524
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Mar 06, 2016
Kisah ini adalah Kisah nyata, jika ada kesamaan nama atau apapun mohon dimaklumi karna ini nyata, tanpa rekayasa genetika.
All Rights Reserved
Sign up to add Flashback~ to your library and receive updates
or
#138freindship
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
INTROVERT ITU PACARKU [Seni Memahami Caka] || [ON GOING] cover
TRUTH OR DARE  cover
KELUARGA ATMODJO cover
Yang Mereka Panggil Si Cuek cover
CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB) cover
Boys In The Kost cover
TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL) cover
Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG cover
Oneshot XingQiu/Qiu Harem cover
Transmigrasi ke Tubuh Antagonis cover

INTROVERT ITU PACARKU [Seni Memahami Caka] || [ON GOING]

34 parts Ongoing

Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.