Heart Attack

Heart Attack

  • WpView
    Reads 19,115
  • WpVote
    Votes 565
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 21, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
"Sa.. Marisa.. Marisa! Tunggu aku, Sa!" Orang itu kembali memanggil Marisa dengan suara yang sudah naik dua oktaf. Tetapi Marisa tidak peduli. Ia terus berjalan, menembus hujan dan angin yang bertiup kencang tanpa mengenakan jaket atau payung. Ia membiarkan dirinya basah oleh air hujan yang turun dengan derasnya. "Marisa Maudia Hapsari! Aku sayang sama kamu, Sa! Aku nggak mau kehilangan kamu, tapi kenapa kamu ninggalin aku, Sa? Apa salah aku? Bilang sama aku, Sa!" Lelaki itu mengejarnya dan mengucapkan kalimat tersebut dengan suara serak. Marisa tiba-tiba berhenti dan hal itu membuat lelaki yang mengejarnya hampir saja menabraknya kalau ia tidak menemukan keseimbangannya. "Kamu nggak punya salah apapun sama aku, Ren. Aku cuma mau kamu tinggalin aku, udah itu aja!"
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Without Title
  • DREAM
  • Umbrella and Rain
  • [1] Tukang Mokel | Ondah Family
  • Love After Rain [ TERBIT ]

Sebuah rekayasa yang terbentuk nyata, nyaris membuat Adara merasakan sakit yang bertubi-tubi. janji yang manis kini menjadi pahit! waktu tak bisa berputar kembali,roda kehidupan semakin cepat berputar. "Rangga,sekarang lo jujur sama gue!" Rangga hanya terkesima,entah apa yang seharusnya ia katakan,jujur atau kah bohong. "Jawab?" Adara semakin kesal dibuatnya,ia meluapkan amarah nya di hadapan Rangga. "Iya" Satu kata 3 huruf itu berhasil membuat jantung Adara berdegup kencang dari biasanya,ia merasakan seperti ada belati tertancap di dadanya,ia terdiam selama beberapa detik, ia menahan air mata dalam dirinya,ia tak mau jika air mata itu harus keluar demi sosok Lelaki Pecundang yang berada didepan nya. "Ternyata lo itu?seberengsek yang gue kenal Ga" Kini Adara tak bisa terus menahan rasa sakit itu,perlahan ia memundurkan langkah nya menjauh dari Rangga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines