We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
She Was Lovelorn

She Was Lovelorn

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 7, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Eve tidak pernah tahu jika hubungan mutualisme bisa saja tidak adil. "Kamu mencintaiku, dan kamu mendapatkan diriku. Lalu aku mendapatkan apa yang kumau." Namun akhirnya, Eve sadar bahwa hubungannya dengan Axel sama sekali tidak menguntungkan bagi dirinya. Eve ingin pergi sejauh mungkin. Di sebuah tempat sejauh Axel tak akan melihat Eve lagi. Sehingga Eve tidak akan lagi menemani Axel dengan botol-botol birnya dan pergi dini hari meninggalkan dirinya yang hanya terbalut selimut beludru. Eve ingin pergi. Eve ingin dilindungi. Tapi adakah seseorang yang akan menerimanya meski Eve sudah tak utuh lagi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Love?
  • Querencia #31 Days Writing Challenge
  • SKANDAL (TAMAT)
  • Don't Talk About Money
  • S.H.M.I.L.Y
  • Epiphany [Completed]
  • Cinderella Man [TAMAT]
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • F A K E ? [End]

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines