Mysterious Guardian (On Hold)

Mysterious Guardian (On Hold)

  • WpView
    LECTURAS 80
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 11, 2016
Cahaya bulan terlihat dari sela-sela pohon di hutan malam itu. Jauh di dalam sana terdengar suara anjing-anjing menggonggong. Setelah itu satu tembakan dilepaskan. "Apa kau takut?" tanya pria itu sambil membawa senapan. "Tidak" jawab sang perempuan lugas. "Ini sudah menjadi keseharianku"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Lelaki Bermantel Panjang
  • Come Back
  • After 300 Years 'Time's Destiny'
  • Between Crown and Forest
  • ETERNAL NEXUS I : Blood Of War
  • Villainess Illusion

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido